Cari Blog Ini

Rabu, 20 Juli 2011

puisi untuk ayah

terniang lagi.
saat waktu masih pelan berputar
belum ada perubahan dalam siklus ini
belum ada rasa sedih yang menyelimuti

semua berubah,
semakin hari semakin galau
hidupku hilang dan hampa
saat kutahu kau ayah
saat ku tahu kau tiada
kau hilang dalam senyapnya jiwa
kau sudahi semua dalam serpihan kasih
kau tinggalkan ku secepat ini.
tanpa beriku tanda agar ku dapat bersiap

kau serpihan hati yang akan terus melekat
sampai nanti sampai aku temui kau kembali
kau tak kan hilang
walau kini waktu memanjang
kau tetap ada
dalam satu ruang khusus yang kutempah
agar kau tenang dalam istirahat panjangmu
kau ayah, selalu bercahaya dalam gelap,
dan beriku semangat, juga ketegaran
sehingga ku bisa tersenyum kepada dunia.

 *terinspirasi dari kisah seseorang

1 komentar: